By. Ayah Manjel Dech
http://memolumajang.blogspot.com/2015/01/cara-mendapatkan-starter-trichoderma.html
Bahan/alat :
· Nasi yang sudah bermalam : 1 – 2 muk/takar
· Bambu (dibelah 2 bagian) : 1 ruas
· Tali plastic/karet secukupnya
Cara :
· Bagian dalam bambu dibersihkan, Belahan bambu dibuat lobang sebesar jari kelingking di kedua ruas kiri dan kanan
· Kemudian isi satu bagian/belahan bambu dengan nasi yang sudah dibiarkan semalam.
· Satukan belahan bambu tersebut dan ikat dengan tali plastic sampai rapat
· Kubur di hutan atau di bawah pokon bambu atau di tanah yang subur/humus sedalam 10-20 cm, tutup kembali dengan tanah dan bertanda untuk memudahkan pengambilan.
· Biarkan selama 5-7, kemudian ambil dan jika terdapat jamur seperti kapas maka kita sudah mendapatkan Trichoderma.
CARA MEMPERBANYAK TRICHODERMA
Cara 1
Bahan :
· dedak : 10 kg
· gula Pasir : 20 sdm
· air : secukupnya (3 l)
· biakanTrichoderma : 1 ruas bambu
Cara :
* dedak dikukus terlebih dahulu untuk mensterilkan dedak dari berbagai jamur/bakteri).
* Larutkan gula dalam air matang
* biakanTrichoderma dikeluarkan dari bamboo dan dicampurkankan dengan dedak
* Campuran dedak dan trichoderma ditaburi larutan gula hingga dedak bisa dikepal-kepal (tidak terlalu kering dan basa)
* Masukkan dalam wadah plastik dan tempatkan ditempat yang terhindar dari matahari dan hujan langsung.
* Biarkan selama 3 – 7 hari
Cara 2
Bahan:
1. Jamur induk Trichoderma (F0) saru ruas bambu
2. Beras (sesuaikan dengan keinginan)
3. Air murni / air dari mata air / kalau kepepet ga ada pake air matang yg sudah direbus dulu
4. Alcohol 70% (untuk pensterilan alat2)
Peralatan :
1. Plastic bening
2. Kompor Gas
3. Panci
4. Sendok
5. Wadah / nampan
6. Lilin
Cara buat :
1. Beras dimasak menjadi 1/3 masak (selama 10 menit), (sunda: ngagigihan)
2. Setelah beras menjadi 1/3 masak dinginkan pada wadah nampan yang telah disediakan.
3. Setelah itu masukan beras yang telah didinginkan tersebut kedalam plastic bening. Setiap plastic diisi dg beras 10 sendok makan.
4. Kemudian beras yang telah selesai di masukkan ke dalam plastic dilakukan proses pengukusan kembali selama 10 menit.
5. Selanjutnya dinginkan lagi pada wadah nampan hingga benar-benar dingin.
6. Sendok yang akan digunakan harus disterilkan dengan menggunakan alcohol, begitu juga dengan tangan kita.
7. Sendok tersebut dekatkan dengan api lilin secara sekilas saja, hal ini untuk bertujuan mensterilkan sendok dari bakteri-bakteri di udara.
8. Gunakan sendok yang telah disterilkan tersebut untuk mengambil bahan induk jamur trichoderma
9. Setiap 1 kantong plastic yang berisi beras yang telah dikukuskan tadi akan kita isi dengan bahan induk jamur trichoderma sebanyak 1/3 sendok.
10. Kocokkan agar jamur trichoderma merata tercampur dengan media beras yang telah kita kukuskan tadi.
11. Kemudian setelah itu streples ujung plastic yang terbuka agar tidak ada celah binatang kecil seperti semut dsb masuk ke dalam plastic tersebut.
12. simpan selama 14 hari.
13. Jika proses yang kita lakukan baik dan benar maka setelah 14 hari media beras diatas akan berubah warna menjadi warna hijau yang merata.
14. Trichoderma (F1) ini sudah siap untuk digunakan. Catatan :
Sebaiknya dilakukan di dalam kamar/ruangan yg steril
Moga Berhasil !!!
KUMPULAN ILMU PENGETAHUAN SEKEDAR UNTUK BACAAN PRIBADI (A COMPILE OF KNOWLEDGE FOR PRIVATE READING)
Sunday, March 22, 2015
TRICHODERMA
by KELOMPOK TANI SUKA MAKMUR
https://kelompoktanisukamakmur.wordpress.com/2012/08/27/trichoderma/
MENDAPATKAN STARTER TRICHODERMA
Bahan/alat :
· Nasi yang sudah bermalam : 1 – 2 muk/takar
· Bambu (dibelah 2 bagian) : 1 ruas
· Tali plastic/karet secukupnya
Cara :
· Bagian dalam bamboo dibersihkan, Belahan bamboo dibuat lobang sebesar jari kelingking di kedua ruas
· Kemudian isi satu bagian/belahan bamboo dengan nasi yang sudah bermalam.
· Satukan belahan bamboo tersebut dan ikat dengan tali plastic sampai rapat
· Kubur di hutan atau di bawah pokok bamboo atau di tanah yang subur/humus sedalam 5 – 10 cm, tutup kembali dengan tanah dan bertanda untuk memudahkan pengambilan.
· Biarkan selama 1 minggu, kemudian ambil dan jika terdapat jamur seperti kapas maka kita sudah mendapatkan Trichoderma.
MEMPERBANYAK TRICHODERMA
CARA I
Bahan :
· dedak : 10 kg
· gulaputih : 20 sdm
· air : secukupnya (3 l)
· biakanTrichoderma : 1 ruasbambu
Cara :
· larutkanguladalam air
· biakanTrichoderma dikeluarkan dari bamboo dan dicampurkankan dengan dedak (untuk lebih berhasil dedak dikukus terlebih dahulu untuk mensterilkan dedak dariberbagai jamur/bakteri).
· Campuran dedak dan trichoderma ditaburi larutan gula hingga dedak bisa dikepal-kepal (tidak terlalu kering dan basa).
· Masukkan dalam wadah plastik dan tempatkan ditempat yang terhindar dari matahari dan hujan langsung.
· Biarkan selama 3 – 7 hari
CARA II
Bahan:
Jamur induk Trichoderma (F0)
Beras
Air murni
Alcohol
Peralatan :
Plastic bening
Kompor
Panci
Sendok
Wadah / nampan
Lilin
Cara membuat trichoderma
Masakkan beras menjadi 1/3 masak (selama 10 menit).
Setelah beras menjadi 1/3 masak dinginkan pada wadah nampan yang telah disediakan.
Setelah itu masukan beras yang telah didinginkan tersebut kedalam plastic bening. Setiap plastic diisi dg beras 3 sendok makan.
Kemudian beras yang telah selesai di masukkan ke dalam plastic dilakukan proses pengukusan selama 10 menit.
Selanjutnya dinginkan lagi pada wadah nampan hingga benar-benar dingin.
Sendok yang akan digunakan harus disterilkan dengan menggunakan alcohol, begitu juga dengan tangan kita.
Sendok tersebut dekatkan dengan api lilin secara sekilas saja, hal ini untuk bertujuan mensterilkan sendok dari bakteri-bakteri di udara.
Gunakan sendok yang telah disterilkan tersebut untuk mengambil bahan induk jamur trichoderma yang telah disediakan.
Setiap 1 kantong plastic yang berisi beras yang telah dikukuskan tadi akan kita isi dengan bahan induk jamur trichoderma sebanyak 1/3 sendok.
Kocokkan agar jamur trichoderma merata tercampur dengan media beras yang telah kita kukuskan tadi.
Kemudian setelah itu streples ujung plastic yang terbuka agar tidak ada celah binatang kecil seperti semut dsb masuk ke dalam plastic tersebut.
setelah semua proses diatas selesai, diamkan pada wadah nampan secara teratur selama 14 hari.
Jika proses yang kita lakukan baik dan benar maka setelah 14 hari media beras diatas akan berubah warna menjadi warna hijau yang merata.
Trichoderma (F1) ini sudah siap untuk digunakan. Dan masih bisa diturunkan menjadi F2 dan berakhir pada F3.
https://kelompoktanisukamakmur.wordpress.com/2012/08/27/trichoderma/
MENDAPATKAN STARTER TRICHODERMA
Bahan/alat :
· Nasi yang sudah bermalam : 1 – 2 muk/takar
· Bambu (dibelah 2 bagian) : 1 ruas
· Tali plastic/karet secukupnya
Cara :
· Bagian dalam bamboo dibersihkan, Belahan bamboo dibuat lobang sebesar jari kelingking di kedua ruas
· Kemudian isi satu bagian/belahan bamboo dengan nasi yang sudah bermalam.
· Satukan belahan bamboo tersebut dan ikat dengan tali plastic sampai rapat
· Kubur di hutan atau di bawah pokok bamboo atau di tanah yang subur/humus sedalam 5 – 10 cm, tutup kembali dengan tanah dan bertanda untuk memudahkan pengambilan.
· Biarkan selama 1 minggu, kemudian ambil dan jika terdapat jamur seperti kapas maka kita sudah mendapatkan Trichoderma.
MEMPERBANYAK TRICHODERMA
CARA I
Bahan :
· dedak : 10 kg
· gulaputih : 20 sdm
· air : secukupnya (3 l)
· biakanTrichoderma : 1 ruasbambu
Cara :
· larutkanguladalam air
· biakanTrichoderma dikeluarkan dari bamboo dan dicampurkankan dengan dedak (untuk lebih berhasil dedak dikukus terlebih dahulu untuk mensterilkan dedak dariberbagai jamur/bakteri).
· Campuran dedak dan trichoderma ditaburi larutan gula hingga dedak bisa dikepal-kepal (tidak terlalu kering dan basa).
· Masukkan dalam wadah plastik dan tempatkan ditempat yang terhindar dari matahari dan hujan langsung.
· Biarkan selama 3 – 7 hari
CARA II
Bahan:
Jamur induk Trichoderma (F0)
Beras
Air murni
Alcohol
Peralatan :
Plastic bening
Kompor
Panci
Sendok
Wadah / nampan
Lilin
Cara membuat trichoderma
Masakkan beras menjadi 1/3 masak (selama 10 menit).
Setelah beras menjadi 1/3 masak dinginkan pada wadah nampan yang telah disediakan.
Setelah itu masukan beras yang telah didinginkan tersebut kedalam plastic bening. Setiap plastic diisi dg beras 3 sendok makan.
Kemudian beras yang telah selesai di masukkan ke dalam plastic dilakukan proses pengukusan selama 10 menit.
Selanjutnya dinginkan lagi pada wadah nampan hingga benar-benar dingin.
Sendok yang akan digunakan harus disterilkan dengan menggunakan alcohol, begitu juga dengan tangan kita.
Sendok tersebut dekatkan dengan api lilin secara sekilas saja, hal ini untuk bertujuan mensterilkan sendok dari bakteri-bakteri di udara.
Gunakan sendok yang telah disterilkan tersebut untuk mengambil bahan induk jamur trichoderma yang telah disediakan.
Setiap 1 kantong plastic yang berisi beras yang telah dikukuskan tadi akan kita isi dengan bahan induk jamur trichoderma sebanyak 1/3 sendok.
Kocokkan agar jamur trichoderma merata tercampur dengan media beras yang telah kita kukuskan tadi.
Kemudian setelah itu streples ujung plastic yang terbuka agar tidak ada celah binatang kecil seperti semut dsb masuk ke dalam plastic tersebut.
setelah semua proses diatas selesai, diamkan pada wadah nampan secara teratur selama 14 hari.
Jika proses yang kita lakukan baik dan benar maka setelah 14 hari media beras diatas akan berubah warna menjadi warna hijau yang merata.
Trichoderma (F1) ini sudah siap untuk digunakan. Dan masih bisa diturunkan menjadi F2 dan berakhir pada F3.
Cara Pengendalian Jamur Akar Putih Tanaman Karet
Posted by Indonesia Bertanam on 5 Maret 2013 in Hama Penyakit
Tanaman karet sangat renatan dengan yang namanya serangan penyakit jamur akar putih atau dalam bahasa latin adalah Rigidoporus lignosus. Penyakit ini akibat serangan patogen dan di Sumatera Utara dan Aceh tingkat serangannya terhadap tanaman karet adalah 4-7%.
Klasifikasi jamur akar putih adalah sebagai berikut :
Kingdom : Fungi
Fillum : Basidiomycota
Kelas : Basidiomycetes
Subkelas :Agaricomycetidae
Ordo :Polyporales
Family :Meripilaceae
Genus :Rigidoporus
Spesies : Rigidoporus lignosus
Morfologi Jamur Rigidoporus lignosus
Jamur Rigidoporus lignosus membentuk tubuh buah berbentuk kipas tebal, agak berkayu, mempunyai zona-zona pertumbuhan, sering mempunyai struktur serat yangradier, mempunyai tepi yang tipis. Warna permukaan tubuh buah dapat berubahtergantung dari umur dan kandungan airnya. Pada permukaan tubuh buah benangbenang jamur berwarna kuning jingga, tebalnya 2,8-4,5 μm, mempunyai banyak sekat (septum) yang tebal. Pada waktu masih muda berwarna jingga jernih sampai merah kecokelatandengan zona gelap yang agak menonjol. Permukaan bawah berwarna jingga, tepihnyaberwarna kuning jernih atau putih kekuningan. Jika menjadi tua atau kering tubuh buah
Fase pertumbuhan jamur akar putih adalah :
Berdasarkan pada tingkat perkembangannya, serangan JAP di kebun dapat dikelompokkan ke dalam empat fase:
(0) Belum ditemukan rizomorf atau miselium JAP pada permukaan akar,
(1) Rizomorf atau miselium melekat pada permukaan leher akar,
(2) Infeksi JAP telah menimbulkan kerusakan pada jaringan kulit,
(3) Infeksi JAP telah menimbulkan kerusakan pada jaringan kayu,
(4) Infeksi JAP telah mematikan tanaman.
Gejala Serangan
Serangan jamur menyebabkan akar menjadi busuk dan apabila perakaran dibuka maka pada permukaan akar terdapat semacam benang-benang berwarna putih kekuningan dan pipih menyerupai akar rambut yang menempel kuat dan sulit dilepas.
Gejala serangan yang tampak adalah daun-daun yang semula tampak hijau segar berubah menjadiberwarna hijau gelap kusam, layu akhirnya kering dan gugur kemudian diikuti kematian tanaman.
Gejala lanjut akar membusuk, lunak dan berwarna coklat.
Pengendalian jamur akar putih
Cara pencegahan JAP :
Menanam tanaman penutup tanah jenis kacangkancangan, minimal satu tahun lebih awal dari penanaman karet.
Sebelum penanaman, lubang tanam ditaburi biakan jamur Trichoderma harzianum yang dicampur dengan kompos sebanyak 200 gr/lubang tanam (1 kg Trichoderma Harzianum dicampur dengan 50 kg kompos/pupuk kandang).
Lubang penanaman diberi belerang100 – 200 gram per lobang.
Disekitar tanaman muda yang berumur kurang dari 2 tahun ditanami tanaman antagonis antara lain Lidah mertua, Kunyit dan Lengkuas.
Pengendalian pada areal yang sudah terserang JAP:
Pada serangan ringan masih dapat diselamat-kan dengan cara membuka perakaran, dengan membuat lubang tanam 30 cm disekitar leher akar dengan kedalaman sesuai serangan jamur.
Permukaan akar yang ditumbuhi jamur dikerok dengan alat yang tidak melukai akar. Bagian akar yang busuk dipotong dan dibakar. Bekas kerokan dan potongan diberi ter dan Izal kemudian seluruh permukaan akar dioles dengan fungisida yang direkomendasikan.
Setelah luka mengering, seluruh perakaran ditutup kembali dengan tanah.
Empat tanaman di sekitar tanaman yang sakit ditaburi dengan Trichoderma Harzianum dan pupuk.
Tanaman yang telah diobati diperiksa kembali 6 bulan setelah pengolesan dengan membuka perakaran, apabila masih terdapat benang jamur maka dikerok dan dioles dengan fungisida kembali.
Pengolesan dan penyiraman akar dengan fungsida dilakukan setiap 6 bulan sampai tanaman sehat.
Tanaman yang terserang berat atau telah mati/tumbang harus segera dibongkar, bagian pangkal batang dan akarnya dikubur diluar areal pertanaman, menggunakan wadah agar tanah yang terikut tidak tercecer di dalam kebun.
Bekas lubang dan 4 tanaman di sekitarnya ditaburi 200 gram campuran Trichoderma sp. dengan pupuk kandang 200 gr per lubang atau tanaman.
Nokia 6120 hard reset
- by Hard Reset
Before you buy a new cell phone or new tablet, please try the following procedure to repair your device. First charge your battery, backup your important data if possible and in most cases take out SIM and SD card before factory reset. It is impossible to recover your data after doing a hard reset, so online backup is always important. For all of your data, a backup should be done on an external device, hard drive, raid system or media. With or without insurance, if your cell phone lost, damaged or stolen at least your invaluable data is backed up in a safe place. If you are about to sell your phone and you want to wipe your personal data, or if your phone affected with virus you have to do a hard reset. In some cases, you can delete the forgotten password or lock pattern from your device as well. All information is for devices with stock based ROMs. If you are using rooted device, always back up your EFS folder first, containing your IMEI info, etc.!
Nokia 6120 hard reset
You can format your Nokia 6120 device by typing: * + 3 + call + Power on. Before the device is reset, you need to provide the lock code. The default lock code is 12345.If it is not working try this code:
You can format your device by typing *#7370# in standby mode. Before the device is reset, you need to provide the lock code. The default lock code is 12345.
Some Nokia phone can be reset via this menu option
Press menu button or enter Menu > Settings > Phone > Phone management > Factory settings > Delete data and restore > YES
IMPORTANT!
Formatting the device will permanently erase all user data and settings as well as add-on applications and operator specific settings.
Subscribe to:
Comments (Atom)